Kapolda belum mau memastikan penyebab pasti kematian Bripka Arfan karena masih proses penyelidikan.

"Kami bekerja secara profesional. Percayalah, tim yang kami bentuk ini terdiri dari orang-orang yang memiliki kompetensi dan dalam pengawasan khusus dari inspektorat Polda Sumatera Utara untuk memastikan semua berjalan," terangnya.

Diketahui, Bripka Arfan Saragih diduga terlibat dalam kasus penggelapan pajak Rp 2,5 miliar dan bekerja tidak sendirian.

Saat kasus itu sedang diselidiki, tiba-tiba jasad Bripka Arfan Saragih ditemukan tidak bernyawa dan ditemukan cairan sianida ditubuhnya, di Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir pada Senin 6 Maret 2023. (B)

Penulis: Reza Fahlefy