Saking banyaknya burung yang pernah singgah di negara Nauru, maka kotoran burung tersebut bertumpuk.

Beratus-ratus tahun bahkan beribu-ribu tahun kemudian, kotoran burung yang mengandung fosfat tersebut menumpuk.

Baca Juga: WHO Ingatkan Bukan Cuma COVID-19 yang Jadi Ancaman Manusia Tapi...

Sehingga sekitar tahun 1960an, fosfat di eksploitasi besar-besaran oleh negara Nauru.

Berkat hasil ekspor fosfat tersebut, negara Nauru dinobatkan menjadi salah-satu negara kaya pada tahun 1960-1970an.