Oleh: Abrar

Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara

PERINGATAN Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Haornas mestinya menjadi cermin untuk melihat kembali perjalanan olahraga Indonesia—apa yang pernah kita capai, di mana posisi kita sekarang, dan ke mana sesungguhnya olahraga nasional hendak diarahkan.

Mengenang perjalanan olahraga Indonesia bagaikan membaca sebuah kisah kepahlawanan. Di dalamnya terdapat halaman-halaman kejayaan yang membanggakan, tetapi juga halaman yang membuat kita harus berhenti sejenak dan bertanya: mengapa bangsa yang pernah begitu disegani di Asia Tenggara kini masih berkutat dengan persoalan yang sesungguhnya telah lama kita kenali?

Mari kita tarik ingatan ke SEA Games 1977. Pada keikutsertaan pertamanya, Indonesia langsung menggebrak dan keluar sebagai juara umum. Prestasi tersebut bukan sekadar keberuntungan. Indonesia kemudian menunjukkan dominasinya dan pernah menempatkan diri sebagai salah satu kekuatan utama olahraga Asia Tenggara. Kita pernah menjadi “macan olahraga Asia Tenggara” yang membuat negara-negara tetangga memperhitungkan kekuatan Merah Putih.