Mereka tidak sekadar bertanya bagaimana mendapatkan atlet berbakat, tetapi bagaimana mengembangkan bakat tersebut melalui ekosistem yang memungkinkan atlet mencapai performa terbaiknya.
Lalu apa yang terjadi dengan Indonesia? Kita seperti kehilangan irama perjalanan.
Thailand berlari kencang, sementara kita terkadang masih berjalan di tempat. Perjalanan olahraga Indonesia terkadang menyerupai tarian Poco-poco: maju selangkah, mundur dua langkah, dan terkadang jalan di tempat. Sesekali kita bergerak cepat ketika muncul atlet fenomenal seperti Lalu Muhammad Sohri. Setelah itu, perhatian surut, program berganti, kebijakan berubah, dan kita kembali sibuk mencari solusi ketika masalah prestasi sudah berada di depan mata.
Salah satu persoalan paling mendasar adalah siapa yang sesungguhnya dipercaya untuk memikirkan dan mengelola olahraga prestasi. Olahraga modern bukan lagi sekadar urusan orang yang pernah menjadi atlet atau mereka yang berpengalaman panjang di lapangan.
Pengalaman memang penting, tetapi olahraga prestasi hari ini telah berkembang menjadi disiplin yang sangat kompleks—membutuhkan fisiologi, biomekanika, psikologi, ilmu gizi, kedokteran olahraga, fisioterapi, analisis performa, hingga kebijakan publik. Pengelolaan olahraga semestinya memberikan ruang yang besar kepada orang-orang yang memahami ilmu tersebut secara komprehensif.
