Kita membutuhkan sistem yang menjelaskan bagaimana seorang anak berbakat ditemukan, dibina, dirawat tubuhnya, dikembangkan mentalnya, diukur performanya, dilindungi kariernya, hingga tetap menjadi bagian dari ekosistem nasional setelah pensiun. Sebab, juara tidak lahir dari satu pertandingan—juara lahir dari sebuah sistem.

Kini, pilihan berada sepenuhnya di meja para pemangku kebijakan. Apakah kita akan terus merawat tradisi seremonial dan solusi jalan pintas yang hanya melahirkan euforia sesaat, ataukah kita berani mengambil jalan terjal namun mulia: merombak sistem, membumikan sains, dan mempercayakan tata kelola olahraga kepada tangan-tangan yang kompeten?

Ingatlah, sejarah tidak akan mencatat seberapa lantang kita meneriakkan target juara, melainkan seberapa serius kita membangun sistem yang melindungi dan memuliakan anak-anak bangsa di arena olahraga dunia. Selamat Memperingati Haornas 2026—saatnya berhenti menatap ke belakang, dan mulailah membangun fondasi kemenangan masa depan! (*)