Ia percaya siapapun termasuk anak nelayan dan petani atau bahkan buruh memiliki kesempatan yang sama untuk berjuang melalui partai politik. Keyakinannya bahwa PDIP bukan partai untuk kaum borjouis, melainkan partai untuk kaum proletariat, buruh, petani dan nelayan, membuatnya yakin dapat mewakili kepentingan masyarakat luas dan mengatasi tantangan yang ada.
Di satu sisi Hardodi juga mendapatkan dukungan dari rakyat Buton Selatan yang percaya dengan visi misinya. Pasalnya, kata dia, dukungan dari rakyat sangat penting dalam perjalanan politiknya yang mana ia merasa mewakili aspirasi dan kebutuhan masyarakat yang dapat mewujudkan perubahan positif bagi masyarakat Buton Selatan.
Baca Juga: DPD Partai Perindo Buton Buka Penjaringan Kepala Daerah dengan Mahar Segini
Jargon politiknya HADIR (Hardodi Pilihan Rakyat), berangkat dari kesadarannya yang lahir dari masyarakat kecil. Sehingga pemilihan jargon HADIR dirasa cocok bahwa Hardodi hadir untuk masyarakat Buton Selatan.
Ia turut menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Buton Selatan, ia mengajak masyarakat untuk tidak berjalan di depannya atau di belakangnya melainkan di sampingnya agar mereka dapat bergandengan tangan untuk membangun Buton Selatan yang lebih baik. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan sinergi antara pemimpin dan masyarakat dalam mencapai tujuan bersama.
