Selain jenis bensin, penyesuaian harga juga terjadi pada produk bahan bakar diesel yang termasuk dalam Dex Series. Dexlite (CN 51) mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp13.250 per liter menjadi Rp14.200 per liter.
Adapun Pertamina Dex (CN 53) juga mengalami perubahan harga dari Rp13.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter. Produk ini umumnya digunakan pada kendaraan diesel dengan teknologi mesin modern yang membutuhkan bahan bakar dengan angka cetane lebih tinggi.
Pertamina menyatakan bahwa perubahan harga BBM non-subsidi dilakukan secara berkala dan mengikuti sejumlah indikator yang telah ditentukan.
Salah satu faktor yang menjadi acuan adalah harga rata-rata minyak dunia yang dipublikasikan melalui Argus dan Mean of Platts Singapore (MOPS).
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa kebijakan penyesuaian harga dilakukan agar harga BBM non-subsidi tetap berada dalam koridor yang kompetitif.
