“Sekarang sudah naik Rp 11.000 hingga Rp 14.000 dari sebelumnya Rp 10.000 dan itu tergantung dari kualitas beras seperti Bramo dan Roslin,” ujarnya, Senin (20/2/2023).

Sebelumnya, untuk mengatasi kekurangan beras di pasar Inpres Ruteng, setiap tahun sejak 2010, beras didatangkan Sulawesi pada kurun waktu April hingga Agustus.

Namun, sejak tahun 2022 lalu hingga Februari 2023 ini, pedagang di pasar Inpres Ruteng sangat kesulitan mendapatkan beras.

Dia keluhkan, selain tidak adanya pasokan beras asal Sulawesi, sumber beras lokal asal Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat juga jarang masuk di pasar Inpres Ruteng.

Sementara di sisi lain, pengambilan beras di Dolog Ruteng, prosedurnya tidak mudah karena harus melalui mitra yang sudah ditetapkan oleh Bulog.