SURABAYA, TELISIK.ID - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, tingginya harga cabai rawit di Jawa Timur disebabkan dua persoalan.

Pertama karena tingginya curah hujan yang menimbulkan serangan penyakit pada tanaman. Ini kemudian berdampak pada penurunan produksi dan jadwal tanam cabai mengalami kemunduran.

Di daerah dataran rendah, seharusnya penanaman cabai dilakukan April 2022.

"Namun karena curah hujan yang masih tinggi, akhirnya menyebabkan berkurangnya luas tanam,” kata Gubernur Khofifah di Surabaya, Rabu (8/6/2022).

Tidak hanya ancaman hujan, kata mantan mensos ini, penyebab kedua ialah serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) terhadap komoditas cabai. Pada periode April di Jawa Timur, kata Khofifah, terdapat empat serangan, yakni hama lalat buah seluas 32,4 hektare, trips seluas 15,55 hektare, dan kutu kebul seluas 2,21 hektare.