Dengan demikian, produksi cabai rawit masih surplus 146.533 ton. Dilanjutkan April sebesar 63?n prognosa pada Mei menunjukkan bahwa luas tanam cabai rawit yaitu sebesar 6.274 ha dengan sasaran produksi sebesar 104.007 ton sehingga diperkirakan mendapatkan surplus sebesar 91.825 ton.

“Kebutuhan cabai rawit untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kurang lebih sebesar 85%-90?n kebutuhan industri sebesar 10%-15?ri total produksi. Secara umum masih terpenuhi,” tandas Hadi.

Sekedar diketahui, lonjakan harga cabai makin tak terkendali. Kini harga komoditas itu mencapai lebih dari Rp 90 ribu. Bahkan, di sejumlah daerah harganya sudah di atas Rp 100 ribu per kilogram.

Baca Juga: Ribuan Personil Dikerahkan Jelang Kedatangan Jokowi dalam GTRA Summit 2022 di Wakatobi

Di berbagai daerah, kenaikan harga cabai rawit memang ugal-ugalan. Di Kota Mojokerto misalnya. Jika pekan lalu masih di kisaran Rp 60 ribu per kilogram, saat ini harganya melonjak di atas Rp 90 ribu.