Tidak hanya cengkeh kering, harga cengkeh mentah atau cengkeh basah juga turun dari Rp 35.000 per kilogram menjadi Rp 24.000 per kilogram.
Baca Juga: Stadion Motewe Masih Tanggung Jawab Kontraktor, Plt Bupati Muna Instruksikan Segera Perbaiki
Akibat penurunan harga ini, banyak petani memilih menyimpan cengkeh untuk dijual di musim depan, berharap harga cengkeh kembali tinggi saat awal musim panen, yang biasanya bisa mencapai 10-20% lebih tinggi dibandingkan harga saat puncak musim panen.
Edi mengungkapkan bahwa cengkeh juga merupakan mata pencaharian utama beberapa lapisan masyarakat. Para petani tidak bisa memanen dan menjemur cengkehnya sendiri, sehingga mereka menyewa buruh yang digaji berdasarkan hitungan per liter, sering kali sekitar Rp 5.000 per liternya.
"Maka dari itu kami mulai bingung dengan nasib buruh pada puncak musim panen ini dengan harga cengkeh yang turun," pungkas Edi. (C)
