Fakhri sendiri mengaku tidak setuju apabila subsidi gas dihilangkan. Hal ini karena permintaan gas subsidi 3 kilogram jauh lebih banyak dibanding gas elpiji non subsidi. Per harinya ia bisa menjual 100 tabung gas elpiji bersubsidi, sedangkan untuk non subsidi seperti bright gas 5,5 kilogram hanya terjual 1 sampai 2 tabung saja per harinya.

“Jelas saya tidak setuju, karena masyarakat juga daya belinya setengah mati. Masyarakat sekarang kalau kita jual non subsidi, paling laku satu hari satu atau dua,” ujarnya, Minggu (25/9/2022).

Baca Juga: Ini Rahasia Mendapatkan Biaya Asuransi Jiwa Termurah dan Terbaik

Senada, Agus sebagai pelaku UMKM yang bisa menghabiskan 4 sampai 5 tabung gas elpiji 3 kilogram per harinya. Pedagang makanan ini juga tidak setuju apabila subsidi gas dihilangkan. Ia berharap pemerintah tidak menaikkan harga gas elpiji, dan memilih memberantas para mafia yang mengurangi berat gas epliji.