Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif sebelumnya mengutarakan outlook anggaran subsidi BBM dan gas elpiji tahun ini dikatakan mencapai Rp 149,47 triliun, atau 192,61 persen dari postur APBN 2022.
Over porsi 92,61 persen tersebut menurut catatan Kementerian Keuangan, dikarenakan kesenjangan harga jual eceran dan harga keekonomian gas elpiji 3 kilogram yang terlalu tinggi.
Sebagai solusinya, pemerintah mencanangkan kebijakan pengkonversian penggunaan gas elpiji ke kompor listrik, kebijakan ini sudah diuji coba di dua kota di Indonesia, yaitu Solo dan Bali. (A)
Penulis: Adinda Septia Putri
Editor: Haerani Hambali
