KENDARI, TELISIK.ID - Harga pangan khususnya beras saat ini sedang mengalami kenaikan. Namun hal tersebut ternyata belum berimbas pada meningkatnya kesejahteraan petani.

Diketahui, lonjakan harga beras di pasaran mulai dirasakan oleh pedagang jelang Pemilu 14 Februari 2024 lalu.

Anton, salah satu distributor beras di Mandonga, Kota Kendari, mengatakan saat ini ia menjual beras dari Konawe, namun jika harganya terus naik, maka ia akan mengimpor beras dari Sulawesi Selatan dengan harga yang relatif lebih murah.

Lonjakan harga tersebut, ternyata belum memberikan hasil timbal balik kepada para petani khususnya di Sulawesi Tenggara. Hal ini disebabkan karena mata rantai perdagangan beras yang begitu panjang, sehingga mengakibatkan petani tidak menikmati hasil produksi beras yang dijual dengan harga tinggi.

Baca Juga: Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tenggara Diganjar Penghargaan, Kategori Pelaksanaan SPAK dan SPKP Terbaik 2023