Bagi sebagian besar masyarakat Baubau, ikan merupakan sumber protein utama dalam makanan sehari-hari, sehingga kenaikan harga ini berdampak langsung pada kualitas dan variasi konsumsi makanan di rumah tangga mereka.
“Kalau musim mahal ikan begini memang alternatifnya di tahu tempe saja, karena mau paksakan juga beli ikan, anak di rumah banyak jadi kadang beli sedikit tidak cukup, beli banyak juga tidak mampu,” pungkas Dewi (47), salah seorang ibu rumah tangga di Kota Baubau.
Situasi ini juga telah menciptakan kesadaran akan pentingnya diversifikasi konsumsi pangan dan menjadikan tahu dan tempe sebagai pilihan yang lebih hemat dan mudah diakses bagi masyarakat.
Salah seorang nelayan, La Iwan mengatakan bahwa gelombang tinggi yang terjadi di perairan Baubau dalam beberapa pekan ini, menjadi salah satu penyebab kenaikan harga ikan di pasar.
“Banyak yang tidak berani melaut karena keras ombak. Jadi kalau sudah begitu mahal lagi ikan,” bebernya singkat.
