Para pedagang ikan di pelelangan tersebut biasa memasok ikan dagangannya dari hasil tangkapan nelayan, biasanya mereka hanya mematok keuntungan Rp 2000 sampai Rp 5000 per kilogram ikan, dari harga yang mereka beli dari nelayan.
Menurut Uling dan Udin, kenaikan harga BBM yang saat ini terjadi tidak berpengaruh dengan harga ikan di pasar, walaupun faktanya nelayan sendiri butuh bahan bakar solar dalam menangkap ikan.
Syarif Arsyad selaku pendata di Pusat Informasi Pelabuhan Perikanan (PIPP) Sodohoa Kendari, juga mengatakan hal sama. Meskipun pihaknya sempat menampung beberapa keluhan nelayan terkait kenaikan BBM, akan tetapi kenaikan tersebut tidak terlalu dirasa oleh para nelayan.
Hal ini dikarenakan hasil tangkapan ikan yang akhir-akhir ini mulai membaik dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Pasalnya, bulan September sampai Februari merupakan puncak melimpahnya produksi ikan.
“Karena musimnya memang, kalo musim bulan 9, 10 sampai bulan 2 itu puncaknya produksi ikan, siklusnya begitu,” ujar Syarif.
