“Dulu saya beli tiga butir tiap Minggu, sekarang hanya dua. Saya harus lebih hemat pakai santan,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Kendari, Aldakesutan Lapae menjelaskan, kenaikan harga disebabkan oleh menurunnya pasokan dari sejumlah daerah penghasil seperti Kabupaten Kolaka, Bombana dan Moramo. Cuaca buruk dan kerusakan infrastruktur jalan memperparah kondisi distribusi, menyebabkan keterlambatan pengiriman dan kelangkaan di pasaran.

“Faktor transportasi sangat memengaruhi distribusi kelapa. Jalan rusak dan cuaca ekstrem memperlambat pengiriman dari daerah penghasil,” jelas Aldakesutan.

Selain itu, meningkatnya permintaan menjelang hari raya turut mempercepat kenaikan harga.

Baca Juga: Bupati Haliana Minta Bantuan Wagub Sultra Dorong Ketersediaan Penumpang Morowali-Kendari-Wakatobi