“Selain harga jagung yang sering naik turun, cuaca juga sangat berpengaruh terhadap hasil panen kami. Pemupukan yang tepat juga menjadi tantangan tersendiri,” kata Harni kepada telisik.id, Jumat (28/3/2025).
Sebelumnya, banyak petani di Desa Lapodidi yang beralih dari menanam jagung karena harga yang tidak stabil. Banyak dari mereka yang beralih ke tanaman nilam yang dianggap lebih menguntungkan.
Namun, Harni merasa bersyukur mendengar kabar bahwa harga jagung sudah kembali normal.
“Alhamdulillah, saya dengar katanya Bupati sudah menandatangani keputusan tentang harga jagung yang kini stabil di harga Rp 5.000 per kilo (kilogram). Ini membuat kami semangat lagi untuk menanam jagung,” kata Harni.
Baca Juga: Berkas Perkara Dugaan Korupsi Kapus Lohia Muna dan Bendaharanya Lengkap
