"Pangkalan ini yang bermain dengan para pengecer, sebab kalau mereka jual sama pengecer untungnya lebih besar mereka jual Rp 20 ribu per tabung, bahkan bisa lebih," tutur Atira.

Dengan harga seperti itu, otomatis menurut Atira, para pengecer di warung-warung akan menjualnya dengan harga yang lebih mahal, bahkan tak sedikit pengecer menjual sampai Rp 45 ribu per tabungnya.

Baca juga: Kasus COVID-19 Sultra: Dua Meninggal, 11 Lagi Positif

"Bayangkan Pak, pangkalan ini hanya melayani pembeli eceran pada saat pembongkaran, karena saat itu masih ada orang dari distributor. Begitu distributornya pergi, pangkalannya langsung ditutup, tidak melayani lagi pembeli eceran," keluhnya.

Jika sesuai aturan yang telah ditentukan oleh pihak Pertamina, seharusnya harga eceran tertinggi (HET) di pangkalan Kota Kendari sebesar Rp 18 ribu pertabungnya.