Oleh: Abrar

Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara dan sosiolog olahraga

PAGI itu, pasar ikan disamping sebagai tempat transaksi protein hewani, juga mendadak berubah menjadi panggung teater sosial yang jauh lebih seru daripada babak perpanjangan waktu final Piala Dunia. Semuanya bermula dari satu deklarasi politik-ekonomis yang sangat berani dari seorang penjual ikan: “Rp60.000 untuk pendukung Argentina, Rp30.000 untuk yang lain!”

Hanya dalam sekejap, lapak beliau diserbu bak pahlawan yang baru kembali dari Piala Dunia FIFA. Mengapa? Karena rupanya, bagi warga kita, fanatisme terhadap timnas sepak bola bisa langsung menguap begitu berhadapan dengan diskon 50 persen.

Melihat dari tampilannya, si penjual ikan tampaknya adalah pendukung militan timnas Mesir yang sedang mengalami trauma emosional mendalam setelah timnya dikalahkan oleh Argentina di Mercedes-Benz Stadium di Atlanta, Amerika Serikat, pada hari Selasa, 7 Juli 2026. Di sela-sela menimbang ikan, ia tiada hentinya menggerutu dan melempar narasi konspirasi. "Argentina itu menang lawan Mesir karena dibantu wasit! Lawan Swiss juga sama!" ujarnya dengan nada berapi-api.