Baca Juga: Kota Kendari Capai 1.001 Kasus COVID-19, 8 Kecamatan Status Zona Merah
Sementara itu pedagang lainnya, Elsa mengatakan, sampai saat ini ia masih menjual minyak goreng dengan harga berkisar Rp 18.000 sampai Rp 24.000.
Hal itu dikarenakan selain harganya yang mahal, tempat pasokan minyak goreng atau sembako yang dibelinyapun kini membatasi jumlah pembelian.
“Padahal di toko itu tidak ada stok yang ditumpuk, tapi tetap dibatasi mungkin memikirkan konsumen lainnya,” katanya.
Lebih lanjut kata dia, untuk harga minyak goreng mahal atau tidaknya, itu ditentukan dari merek minyak goreng itu sendiri.
