KENDARI, TELISIK.ID - Masih tingginya harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional di Kendari, membuat anggota dewan resah. Lantaran belum adanya tindak lanjut pemerintah terkait itu.
Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, Andi Sulolipu mengakui, jika kenaikan harga minyak goreng terjadi sejak menjelang Natal dan tahun baru (Nataru) 2022. Sayangnya, hingga jelang Februari 2022 ini, harga minyak goreng belum juga turun.
Ia pun menekankan agar Pemkot segera mengambil langkah alternatif guna menekan harga di pasaran, seperti melakukan sidak harga.
"Pemkot harusnya menggelar gerai pasar murah. Itu supaya bisa menekan harga," ucap Andi Sulolipu, Selasa (18/1/2022).
Sayangnya kata dia, sampai sekarang Pemkot belum juga mengambil langkah apa pun, hal itu terkesan ada pembiaran. Sebab semua diserahkan ke pemerintah pusat.
