"Mau diapalagi mas, karena belinya mahal ya kita pasrah saja. Kenaikan ini sangat memberatkan terlebih kita yang masih ngontrak mas," keluhannya.

Pedagang gorengan lainnya, Ani mengaku terpaksa menaikkan harga gorengan agar tidak merugi.

"Semua jenis gorengan naik pak, karena minyak naik, tiga hari yang lalu saja harga minyak sudah Rp 19.000 per liter," ujar Ani yang menjajakan jualannya di Desa Beringin, Kecamatan Lapai.

Berbeda dengan di Kecamatan Ngapa, pedagang gorengan di Ibu Kota Lasusua memilih merubah ukuran goreng menjadi lebih kecil dibanding sebelumnya.

"Kalau saya tidak menaikkan harga gorengan, cuma mengurangi ukurannya saja," ucap pedagang gorengan di Kecamatan Ngapa, Fatma.