Menanggapi melejitnya harga minyak goreng, Kepala Dinas Perdagangan Kolaka Utara, Risal Natsir, S.Ag.,M.Si menuturkan, jika persoalan tersebut terjadi secara nasional, tidak hanya di Kolut tapi semua daerah mengalaminya.

Baca Juga: Yuk Menginap di Hotel Athaya, Ada Promo City Tour

"Kenaikan tersebut menurut informasi dipicu naiknya harga komoditas minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) di pasar dunia," jelasnya.

Ia juga mengaku tidak berdaya dengan kenaikan tersebut. Namun, pihaknya tidak mungkin menggelar pasar murah mengingat anggaran terbatas.

"Sekarang kami hanya mengantisipasi ketersediaan stok minyak goreng di pasaran jelan hari raya natal dan tahun baru, sehingga meski naik kebutuhan masyarakat di Kolaka Utara tetap terpenuhi," katanya.