Ia juga memastikan stok minyak goreng di pasaran tetap aman sampai hari natal dan tahun baru.

"Jadi masyarakat tidak usah panik dan terburu-buru membeli," urainya.

Dilansir dari suara.com, kenaikan harga minyak goreng kata Menteri Perdagangan (Mendag), Lutfi, dipicu karena naiknya harga komoditas minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).

Mendag menjelaskan, CPO merupakan bahan baku dari produk minyak goreng. Dengan begitu, jika harga CPO naik maka, harga minyak goreng mau tak mau juga ikut merangkak naik.

Kata Mendag, Saat ini harga CPO mencapai USD 1.250 dan kemungkinan akan terus merangkak naik.