Di sisi lain, Hasnaria, seorang ibu rumah tangga mengeluhkan perihal kenaikan harga minyak tersebut.
"Setengah mati kalau harga minyak goreng naik terus, kita ini ibu rumah tangga selalu butuh dengan minyak goreng. Setiap hari kita pakai memasak," keluhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, La Ode Muhammad Fitrah Arsyad, SE., M. Si mengungkapkan, banyak aspek yang mempengaruhi kenaikan harga minyak goreng.
"Memang ada kelonjakan harga, tapi ini terjadinya bukan cuma di Kendari tapi juga nasional, karena stok penyuplai minyak goreng itu kurang, kenaikan biaya operasional, kenaikan harga minyak dunia, juga harga CPO secara global," ungkapnya.
Baca Juga: Sabuk Nusantara 78 Bakal Kembali Berlayar dari Kendari, Cek Jadwalnya
