Baca Juga: Tiap Tahun Angkatan Kerja Baru di Sultra Capai 2,5 Ribu, Tapi Pengangguran 58 Ribu
Lebih lanjut, Muhammad Fitrah mengatakan, kenaikan harga minyak goreng juga dipengaruhi oleh adanya Bahan Bakar Minyak (BBM) Alternatif iodiesel, yang bahan baku pembuatannya juga dari kelapa sawit.
"Selain itu juga dipengaruhi oleh adanya biodiesel yang bahan baku pembuatannya dari kelapa sawit, sehingga yang tadinya kelapa sawit ini hanya digunakan untuk minyak goreng, juga digunakan untuk biodiesel ini," tambahnya.
Sementara itu, pihak pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan Indonesia terus berupaya menjaga stabilitas harga minyak goreng, hingga menjelang natal dan tahu baru. (A)
Reporter: Wa Ode Umratul Khazanah
