Baca Juga: Kejagung Selami Kesaksian Ahok Ekspor Impor Minyak Mentah Pertamina
Israel mengklaim telah melancarkan serangan ke fasilitas nuklir, pabrik rudal balistik, serta basis komando militer milik Iran. Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal ke Tel Aviv yang menyebabkan ledakan terdengar hingga ke wilayah selatan Israel.
Pemerintah Iran menyatakan bahwa hingga kini fasilitas kilang dan penyimpanan minyak mereka masih beroperasi normal tanpa mengalami kerusakan. Iran memproduksi sekitar 3,3 juta barel per hari (bpd) dan mengekspor lebih dari 2 juta bpd ke pasar internasional.
Namun, kekhawatiran utama justru muncul terkait potensi gangguan pengiriman minyak di Selat Hormuz. Jalur strategis ini menjadi rute utama keluar bagi sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, termasuk dari Arab Saudi, UEA, Kuwait, Irak, dan Iran.
“Jika Iran merespons dengan mengganggu aliran minyak melalui Selat Hormuz, menyerang infrastruktur minyak regional, atau menyerang aset militer AS, reaksi pasar bisa jauh lebih parah, berpotensi mendorong harga naik lebih dari $20 per barel,” ujar Jorge Leon, kepala analisis geopolitik di Rystad yang juga mantan pejabat OPEC, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Senin (16/6/2025).
