“Adanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah mendukung terjadinya spekulasi dan sentimen pasar yang memperkuat lonjakan harga minyak dunia di pasar berjangka, akibat pembelian minyak untuk mengantisipasi kenaikan lebih lanjut,” jelas Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Tri Winarno dalam keterangannya, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Minggu (13/7/2025).
Baca Juga: Harga Minyak Mentah Global Menyala Sepanjang Sejarah, Tersulut Rudal Iran ke Israel
Situasi ini diperparah dengan ancaman Iran untuk menutup Selat Hormuz, jalur perdagangan penting minyak dunia. Ketakutan pasar terhadap kemungkinan terganggunya pasokan minyak mentah global membuat harga minyak semakin terdorong naik.
Selain itu, lonjakan harga juga didorong oleh peningkatan permintaan global terhadap minyak.
Berdasarkan laporan OPEC bulan Juni 2025, terjadi revisi kenaikan permintaan minyak dunia pada kuartal III dan keseluruhan tahun 2025.
