Kenaikan ini masing-masing sebesar 0,14 juta barel per hari dibandingkan perkiraan sebelumnya. Peningkatan konsumsi terutama terjadi di Amerika Serikat yang tengah memasuki musim mengemudi atau driving season.
“Faktor lain yang menyebabkan kenaikan harga minyak mentah bulan Juni 2025 adalah penurunan nilai tukar dolar AS di bulan Juni 2025 yang mendorong investor global untuk masuk ke komoditas minyak dan berdampak pada peningkatan permintaan minyak,” lanjut Tri.
Sinyal positif juga datang dari kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China yang berlangsung dari 14 Mei hingga 14 Agustus 2025. Kedua negara setuju memangkas tarif impor secara signifikan, sehingga memberikan dorongan terhadap pasar dan memicu penguatan harga minyak.
Di kawasan Asia Pasifik, lonjakan harga minyak mentah turut dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan di negara-negara besar seperti China dan India.
Baca Juga: Pangeran MBS dan Prabowo Sepakat Transfer Minyak Rp 440 Triliun hingga Sepaham dengan Isu Palestina
