"Banyak sekali ahli di Indonesia termasuk kalangan kampus yang memiliki kemampuan tersebut," jelas anggota komisi E DPRD Jawa Timur itu.

Dalam kasus GGAPA, sambung pria yang juga seorang dokter ini, dalam munculnya GGAPA tersebut yang perlu ditekankan adalah kinerja BPOM terlewati dalam memfilter obat-obat yang kadarnya berbahaya.

"Tentunya ada preventif pencegahan bukan upaya pengobatan yang dilakukan. Dalam kasus ini jelas BPOM yang harus tanggungjawab," jelas politisi Gerindra ini.

Menterian Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, akan mendatangkan antidotum (Fomepizole) dari Singapura sebanyak 200 vial untuk obat pasien gangguan ginjal akut progresif atipikal (acute kidney injury).

Budi mengaku, dirinya telah menghubungi Menteri Kesehatan Singapura dan Australia tentang obat ini.