“Kita sudah lakukan pemantauan dan menghimbau agar tidak menaikkan harga terlalu tinggi. Sekarang sudah mulai berangsur stabil, walaupun masih ada beberapa yang bertahan dengan harga tinggi,” katanya.
Terkait dugaan penimbunan, Suprianto menilai hal tersebut tidak terjadi secara signifikan, mengingat kapasitas penyimpanan pengecer yang terbatas.
“Kalau penimbunan besar sepertinya tidak ada, karena di tingkat pengecer hanya simpan dalam jumlah kecil,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, pihaknya lebih mengedepankan pendekatan persuasif dalam menyikapi persoalan ini, mengingat sebagian pengecer merupakan masyarakat kecil.
“Kita hanya mengimbau. Karena ini juga menyangkut masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari penjualan BBM eceran,” pungkasnya.
