Dalam sistem kapitalisme, harga BBM sangat dipengaruhi mekanisme pasar. Ketika harga minyak dunia naik, kurs dolar menguat, atau biaya produkusi meningkat, harga BBM ikut disesuaikan. Akibatnya rakyat selalu berada pada posisi yang harus menanggung resiko gejolak pasar global.

Saat BBM terus diperlakukan sebagai komoditas ekonomi dalam sistem kapitalisme, rakyat akan selalu menjadi pihak yang menanggung bebab. Setiap kenaikan harga bukan sekedar angka di papan SPBU, melainkan tambahan sesak bagi jutaan keluarga yang harus berjuang  memenuhi kebutuhan hidup di tengah biaya hidup yang terus melambung.

Satu hal yang harus kita sadari dari apa yang terjadi saat ini, bahwasannya mengkonfirmasi kedaulatan negeri kita masih lemah. Mesikpun sumber daya alam kita melimpah ruah, namun kita masih harus menghadapi kenaikan harga BBM, ketergantungan impor dan kerentanan terhadap gejolak pasar global, lihat saja bagaimana harga BBM di Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh harga minyak dunia dan nilai tukar dolar.

Situasi ini menujukan bahwa negara kita belum mampu mengelola sumber daya energinya secara mandiri, serta menjamin kebutuhan engeri rakyat dengan harga yang terjangkau.

Paradigma Islam dalam Mengelola BBM