Banyak petani yang berteriak dan menangis karena mahalnya harga pupuk, bisa mencapai Rp 700 ribuan per karung 50 kg untuk yang non subsidi.

Selain itu, terkait mahalnya biaya operasional bertani, seharusnya pemerintah lebih peka dalam melihat nasib petani.

“Sejujurnya saya belum melihat usaha serius pemerintah dalam melakukan proteksi terhadap petani baik untuk produksi maupun proteksi harga komoditas panennya. Jika hal itu terus berlangsung maka saya khawatir progam ketahan pangan pemerintah akan terganggu," sambungnya.

Pemerintah Provinsi Sumut yang dipimpin Edy Rahmayadi selalu sosialisasi tentang kedaulatan pangan. Tapi reaslitanya, petani menjerit.

"Iya, bagaimana tidak, kita selalu gembar-gembor kedaulatan pangan, tapi petaninya tidak diproteksi. Nah ini kan lucu omongan sama tindakan tidak sejalan dan bagaimana mungkin ada ketahanan pangan jika nasib petani semakin terpuruk," ucapnya.