"Tahun lalu menjelang pembukaan puasa kadang wortel laku hingga 40 kg dalam satu kali menjual sekarang 10 kg biar setengah belum habis, begitupun dengan tomat biasanya di jam 10.00 sudah habis 30 kg sekarang sudah jam 11 lewat 10 kg belum habis," kata Wa Mpada.

Ia mengaku kesulitan memperkirakan jumlah stok karena takut banyak barang tersisa dan rusak. Sayur yang tidak terjual biasanya tidak bisa disimpan lama. Hal itu membuat pedagang harus menanggung risiko kerugian setiap hari.

"Saya juga bingung semakin turun harga semakin sepi pembeli," keluhnya.

Baca Juga: Link Video Viral 13 Menit Mahasiswi KKN Terkait Adegan Teh Pucuk, Begini Kronologi Awal Beredar hingga Klarifikasi Kampus

Walau begitu, Wa Mpada tetap membuka lapak seperti biasa. Ia menyebut berdagang sayur menjadi sumber penghasilan utama keluarga sehingga tetap bertahan meski keuntungan menipis.