Sementara di Kalimantan, harga solar industri telah berada di atas Rp 20.000 per liter, naik dari kisaran sebelumnya antara Rp 15.000 hingga Rp 18.000 per liter.
Kenaikan harga bahan bakar tersebut terjadi bersamaan dengan lesunya aktivitas pertambangan akibat pemangkasan kuota produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Kondisi itu membuat beban operasional perusahaan semakin bertambah.
Menurut Ardhi, biaya bahan bakar kini menjadi salah satu komponen terbesar dalam operasional pertambangan. Porsinya bahkan mencapai sekitar 40 persen dari total biaya penambangan.
"Ya sudah ada yang merumahkan karyawan dampak dari pemotongan RKAB batu bara, karena porsi yang dipotong cukup besar, 25 persen atau sekitar 200 juta ton batu bara," kata Ardhi, seperti dikutip dari laman Bloomberg Technoz, Rabu (2/6/2026).
Baca Juga: Daftar Perubahan Harga BBM di Semua SPBU Indonesia Terbaru 2026, Naik Tertinggi Rp 27.900
