Seorang pembeli, Rani (30), juga mengungkapkan keresahannya terhadap kenaikan harga tersebut.

"Sebagai konsumen, kami berharap harga telur tetap stabil. Dulu dengan Rp 50.000 kami bisa membeli satu rak telur, tapi sekarang tidak cukup lagi," keluhnya.

Baca Juga: Keamanan Kantor KPU dan Bawaslu Kendari Diperketat Jelang Pilkada

Kenaikan harga telur juga dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan dari luar Sulawesi Tenggara. Beberapa suplier dari Sidrap dan Bulukumba di Sulawesi Selatan belum mampu mengirim stok telur ke Kendari akibat menurunnya produksi dari peternak ayam petelur.

Kondisi ini membuat harga telur di Kendari diperkirakan akan terus mengalami kenaikan dalam beberapa waktu ke depan, menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang mengharapkan stabilitas harga kebutuhan pokok. (B)