"Bisa jadi ini imbas dari bagi-bagi beras yang dilakukan Pak Jokowi, permintaan tinggi tapi stok menipis. Akhirnya pedagang ambil untung gila-gilaan," ujarnya
Baca Juga: Inflasi Sulawesi Tenggara Turun Signifikaan, Beras dan Cabai Masih Jadi Komoditas Perhatian
Selain itu, Adi juga mengeluhkan omzet yang ia dapatkan, dia harus rela kehilangan pelanggan jika harga beras terus melambung tinggi.
Adi mengaku, kenaikan harga beras ini selain karena adanya bagi-bagi beras, juga karena kurangnya pasokan akibat cuaca/kemarau panjang yang melanda baru-baru ini serta tingginya permintaan pasar, terlebih mendekati bulan puasa.
"Ya pasti berdampak untuk omzet tiap hari mba. Apalagi kita pedagang yang kurang modal, nanti kalau ada yang laku baru kita restok. Terus pembeli biasanya sebelum beli ya survei harga dulu, kalau dapat yang murah berarti disitu mereka beli, " kata Adi.
