Setelah diketahui positif, awalnya ia ingin isolasi mandiri di rumah. Tapi karena ia punya riwayat diabetes, pihak RSUD Bahteramas menyarankan untuk dirawat di ruang isolasi yang telah disediakan rumah sakit.

"Pihak rumah sakit menyarankan lebih aman diisolasi di RSUD Bahteramas agar lebih mudah dikontrol. Maka besoknya tanggal 9 Agustus, saya berangkat sendiri ke sana," ujarnya.

Ia pun juga menilai pelayanan rumah sakit secara umum, khususnya perawat yang bertugas menangani pasien COVID-19 cukup baik.

Hanya memang, kata dia, meski untuk komunikasi dengan perawat secara langsung dibatasi, tapi pasien bisa berkomunikasi dengan menuliskan pesan di papan yang tersedia atau melalui via telpon.

"Iya, dari segi pelayanan tenaga medis cukup baik. Dan, kita pun juga ketika ingin komunikasi dengan perawat kita itu dibatasi kaca, namun kita bisa menulis pesan di papan atau via telpon," kisahnya.