Sulkarnain memastikan, seluruh ASN Pemkot yang berjumlah sekitar 3.640 orang mengikuti skrining massal ini dengan metode rapid test untuk memastikan diri bebas dari COVID-19 sehingga bisa memberikan pelayanan yang optimal dan aman kepada masyarakat.
Meskipun pemeriksaan dilakukan secara massal, namun penerapan protokol kesehatan, tegas Sulkarnain, tetap menjadi prioritas.
"Setiap hari ada lima sesi pemeriksaan. Setiap sesi diperiksa maksimal 50 orang dengan ketentuan setiap ASN tetap safety menggunakan masker, mencuci tangan pada wadah yang sudah disediakan serta menjaga jarak aman," kata Sulkarnain.
Senada, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, drg Rahminingrum mengatakan, tren ASN yang terpapar jumlahnya cukup signifikan hingga mencapai 24,8 persen dari seluruh kasus di Kendari.
"Jadi seluruh ASN wajib skrining," ujarnya. (B)
