"Data hasil evaluasi yang kami pegang, itu hampir 25 persen klaster yang sekarang tertangani itu dari ASN, kemudian 33 persennya lagi dari swasta. Makanya sekarang terkonfirmasi kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kota Kendari sudah sejalan dengan situasi yang ada," katanya.

Baca juga: Tolak UU Cipta Kerja, Massa Mulai Geruduk DPRD Sultra

Wali kota mengaku, selama tiga hari ini tracing berfokus pada pelayan kesehatan baik dari rumah sakit maupun Puskesmas. Selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan pada OPD termasuk di kecamatan dan kelurahan.

Pasangan Siska Karina Imran ini meminta, ASN yang telah dinyatakan negatif untuk semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap pandemi COVID-19 dengan cara semakin disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Yang positif tidak perlu panik, isolasi mandiri kalau kemudian tidak bergejala, tapi kalau ada gejala itu nanti ditangani khusus oleh pihak rumah sakit dan tenaga medis yang kita miliki," tambahnya.