Rauf juga menyebutkan alasan bergesernya hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW yakni demi kemaslahatan umat dan mencegah penyebaran virus corona.
"Ini adalah kebijakan di tengah pandemi COVID-19, semata-mata demi kemaslahatan umat, agar menghindari mobilisasi yang tinggi dan pencegahan penularan COVID-19," lanjut Rauf.
Meskipun demikian, Rauf juga mengatakan, pihaknya mengizinkan untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan masyarakat, namun dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat.
"Sedangkan untuk perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, kami mengizinkan masyarakat untuk menggelar perayaan, mengingat wilayah Kota Kendari sudah tidak berada pada zona merah," ujar Rauf.
Pihaknya berharap masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan dan berdoa agar di tengah pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW terhindar dari penularan COVID-19. (C)
