“Insyaallah teknologinya tidak abal-abal. Senior-senior sudah banyak yang melahirkan karya,” ujarnya.

Marlina juga mengingatkan mahasiswa mengenai salah satu kekhasan perguruan tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah, yakni adanya Catur Dharma Perguruan Tinggi dengan tambahan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

“Jangan hanya indah di spanduk, tetapi ananda yang akan mempertanggungjawabkan,” katanya.

Menurutnya, mahasiswa baru merupakan bagian dari generasi yang diharapkan mampu membawa semangat pembaruan. Meski ISTEK ‘Aisyiyah Kendari baru memasuki usia lima tahun, mahasiswa didorong untuk ikut membangun karakter dan budaya akademik yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Sementara itu, Rektor ISTEK ‘Aisyiyah Kendari, Prof. Dr. Mashuni, mengatakan kampus tersebut merupakan bagian dari jaringan perguruan tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah yang terus berkembang.