Atraksi saling tendang ini biasanya dilakukan antara Yro Wawo, sebutan untuk masyarakat dari wilayah timur Benteng Keraton Liya dengan Yro Woru, sebutan untuk masyarakat Liya dari wilayah barat benteng.
Ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Liya, Adianto mengungkapkan, dahulu atraksi adu tendang tersebut dilakukan selama bulan Ramadan sambil menunggu waktu berbuka puasa. Namun karena padatnya aktivitas masyarakat di tempat itu, sehingga atraksi ini dilakukan pada perayaan hari raya Idul Fitri dan Idul Adha saja.
Baca Juga: Wings Air Stop Penerbangan, Ini Saran Menohok Mantan Bupati Wakatobi Hugua
"Dahulu atraksi Posepa'a ini dilakukan pada saat bulan Ramadan namun karena banyaknya kesibukan masyarakat sehingga atraksi budaya ini dilakukan pada saat perayaan Idul Fitri dan idul Adha saja," ujarnya, Minggu (10/7/2022).
Imuz, salah seorang pemuda yang ikut serta dalam atraksi tersebut mengaku sangat antusias melakukan atraksi itu karena melatih ketangkasan dan kekuatan menendang.
