Amanat Menteri Agama juga mengingatkan kembali sejarah perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Salah satu tonggak sejarah tersebut adalah Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang menjadi bagian dari perjuangan bangsa menghadapi upaya mempertahankan kemerdekaan.

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema ini menjadi pengingat mengenai kontribusi pesantren dalam pendidikan, pembentukan karakter, serta pembangunan masyarakat.

Selain penyerahan bantuan kepada 16 pondok pesantren, rangkaian kegiatan di Kolaka juga diisi dengan pemberian piagam penghargaan Anugerah Bakti Santri. Penghargaan tersebut diberikan kepada pondok pesantren, lembaga pendidikan Al-Qur’an, dan mitra yang mendukung pengembangan pendidikan keagamaan.

Pemberian penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap lembaga dan pihak yang berkontribusi dalam mendukung pendidikan Islam di Kabupaten Kolaka. Peran mereka mencakup penyelenggaraan pendidikan, pembinaan keagamaan, hingga upaya memperluas akses masyarakat terhadap pembelajaran Al-Qur’an.

Amri berharap para santri dapat tumbuh menjadi generasi yang menguasai ilmu agama sekaligus memiliki kemampuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia juga mendorong pesantren terus berperan dalam membentuk karakter serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.