"Termasuk pada saat Perang Kemerdekaan Indonesia pada era 1945-1949. Sejak Perang 10 November 1945 di Surabaya, hingga perlawanan terhadap agresi militer Belanda pada 1947 dan 1948," jelasnya.

Bahkan, kata kyai Salam dalam catatan sejarah nama Brawijaya yang tercantum, pada pembentukan Kodam di Jawa Timur merupakan usulan KH Mahrus Aly Lirboyo (Almaghfurlah, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri) di masa setelah masa revolusi fisik perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, antara santri tergabung dalam Barisan Hizbullah dan bara kiai tergabung dalam Barisan Sabilillah.

"Mereka itulah yang secara organik melakukan perjuangan fisik dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dan berperan mengisi kemerdekaan hingga sekarang," jelasnya.

Sedangkan, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Nurchahyanto menceritakan kedekatan TNI dengan santri. Seperti saat ini sedang berlangsung Putaran Final Liga Santri Piala KSAD.