Penyaluran bantuan ini telah berlangsung sejak digelarnya mitigasi bencana alam kemarau dan melibatkan dukungan dari BPBPK Sultra, PDAM, dan PMI.

"Kemarau panjang ini dampaknya semakin meluas dan beberapa daerah sudah masuk dalam kategori kekeringan parah," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas IV Sultra, Kusairi menyebutkan, berdasarkan pemantauan per 20 Oktober 2026, sebagian besar wilayah Sultra tercatat mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH), mulai dari kategori pendek 6-10 hari hingga ekstrem panjang lebih dari 60 hari. Beberapa daerah bahkan sudah tidak diguyur hujan hingga lebih dari 100 hari.

"Ada 13 daerah yang masuk kategori HTH ekstrem, di antaranya Toari-Kolaka tercatat paling lama yakni 129 hari tanpa hujan," jelas Kusairi.

Daerah yang mengalami HTH ekstrem tersebut meliputi Bungi-Baubau, Toari-Kolaka (129 hari), Poleang Barat-Bombana (128 hari), Poleang Timur (127 hari), Matausu-Bombana, Tinanggea, Andoolo-Konawe Selatan (118 hari), Betoambari-Baubau, Batauga, Kadatua-Buton Selatan (117 hari), Sampolawa-Buton Selatan (116 hari), Siompu-Buton Selatan (115 hari), Lainea-Konawe Selatan (114 hari), Tongkuno-Muna (105 hari), dan Kabawo-Muna (104 hari).