Pengalaman Harmawati di Sultra dapat menjadi salah satu perspektif dalam pembahasan berbagai persoalan tersebut. Namun, kontribusi itu tetap perlu dibangun melalui mekanisme organisasi, koordinasi dengan pengurus daerah, serta penyampaian aspirasi berdasarkan kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan.
Pada akhirnya, kepercayaan yang diberikan kepada Harmawati bukan hanya berkaitan dengan perjalanan karier personal, tetapi juga menjadi peluang untuk memperkuat kontribusi apoteker dalam pembangunan kesehatan.
Dengan pengalaman di bidang kefarmasian, organisasi profesi, dan parlemen, Harmawati memiliki ruang untuk mendorong sinergi yang lebih kuat antara profesi apoteker dan kebijakan publik, sehingga pengembangan organisasi dapat memberikan manfaat nyata bagi tenaga kefarmasian sekaligus masyarakat Sulawesi Tenggara. (Adv)
Penulis: Ana Pratiwi
Editor: Kardin
