rezeki, umur panjang, kesehatan dan kekuatan iman," ucap sesepuh adat masyarakat setempat, Wa Poo, Rabu (28/6/2023).
Tradisi itu merujuk pada aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat Buton di malam hari dalam mempersiapkan diri untuk menyambut dan merayakan Idul Adha dengan melibatkan berbagai aspek kehidupan sehari-hari, mulai dari kegiatan spiritual hingga persiapan makanan khas yang akan disantap bersama keluarga dan tetangga sekitar.
"Jadi sebelum menyambut malam lebaran haji, kita sudah memasak untuk kue khas, seperti baruasa, bolu, pisang goreng, cucuru, epu-epu, onde-onde, dan waje. Kalau untuk makanan berat seperti ayam nasu wolio, lapa-lapa dan sayur konduru, dan lainnya," urai Rubama, salah seorang keluarga yang merayakan Haroana Dzulhijah.
Baca Juga: Gua Kofokotiu Muna, Airnya Berwarna Biru, Tempat Mandi Laki-Laki dan Perempuan Terpisah
Selain aspek keagaaman dan sosial, tradisi Haroana Dzulhijah juga menjadi momen kebersamaan dan kegembiraan bagi masyarakat Buton.
