Relief ini memang kembali ditemukan pada basement bahkan sudah tertutup mesin pendingin gedung yang besar, saat sebelum Sarinah direnovasi.

Sementara itu, mengutip batamnews.com, Direktur Utama PT Sarinah Fetty Kwartati menjelaskan, Sarinah sebagai gedung dengan predikat cagar budaya juga memiliki sebuah karya seni rupa patung relief tersebut.

Baca Juga: IKN Disebut Megaproyek Asing dan Menghina Akal Bangsa Indonesia

Relief ini dibangun, kata dia, atas perintah presiden pertama Indonesia, Bung Karno. Pembuatannya dinilai sebagai simbol keberpihakan ekonomi pada rakyat. Ekonomi ini bertumpu pada hasil pertanian, perkebunan, perikanan dan kerajinan.

Relief ini menurut catatan beberapa ahli sejarah dan seni rupa nasional, dibuat oleh kelompok seniman Yogyakarta pada masa konstruksi (1962-1966) yang menampilkan para penjaja dan pelapak yang melambangkan perjuangan rakyat kecil mencari nafkah.